TargetsNewz.com — Sekitar ratusan massa demo yang terdiri dari berbagai elemen merengsek masuk ke Gedung DPRD Dumai, Kamis (8/9) sekitar pukul 12.50 WIB.
Aksi ingin masuk ke gedung perwakilan rakyat tersebut sempat diwarnai adu dorong antara massa dengan pihak keamanan.
Salah seorang dari massa demo tetap bersikeras untuk masuk meski hingga saat ini belum tampak kehadiran anggota DPRD Dumai.
Hingga beberapa menit berikutnya, tampak beberapa anggota DPRD keluar dari gedung untuk menyambut massa.
Saat ini, kondisi di halaman DPRD Dumai masih kondusif meski sebelumnya sempat beradu dorong dengan pihak keamanan di lansir dari SEKILASRIAU.COM

Massa berhasil masuk ke dalam ruang rapat Paripurna DPRD Kota Dumai untuk menyampaikan aspirasinya dengan Pengawalan pihak pengamanan.
Di selah-selah tuntatan terkait kenaikan BBM dan perda 15 tahun 2018 masalah kontribusi pajak dari Pertamina unit 2 yg berada di kota Dumai.
Nuzul Arif S,IP yang juga aktivis buruh menyampaikan di dalam ruang rapat DPRD meminta ke jelasan disnaker sebagai pengawas ketenaga kerjaan kota Dumai
“Untuk menerapkan dan mensosialisasikan kepada seluruh perusahaan yang ada di kota Dumai untuk di masukannya perda 10 tahun 2004 kedalam PKB di setiap perusahaan yg ada di kota Dumai,” Ucapnya
Arif menambahkan,”terkait penerimaan 70% karyawan yang bekerja di perusahaan di kota Dumai adalah benar- benar anak lokal anak tempatan putra-putri yg lahir di kota Dumai dan 30% untuk warga pendatang sebagai dalam kurung mengutamakan hanya untuk tenaga ahli,”Imbuh Arif dalam penyampaian aspirasinya.
Karena sampai detik ini perda 10 tahun 2004 yang satu-satunya perda andalan kota Dumai hanya nyanyian Nina bobok yang ternyiang di telinga tapi belum dapat di rasakan oleh seluruh masyarakat kota Dumai.***




