Curahan Hati Nora Asih Larasati Guru Penyandang Autism

TargetsNewz.com — Delapan tahun berlalu tepatnya pada tahun 2015 setelah tamat sekolah SMA saya pertama kali menjadi guru les sembari kuliah. Di samping menjadi guru les salah satu anak yang menurut saya hanya sedikit berbeda dari anak lainnya dan masih sama seperti anak lainnya. Minggu(15/05/22).

Dikarenakan saya belum memiliki sepenuh nya pengetahuan tentang mendidik dan mendampingi anak – anak berkebutuhan khusus maupun autism. Suatu ketika, orang tua anak tersebut, meminta tolong ke saya untuk dicarikan calon terapis untuk dibawa ke Jakarta yang akan direkrut sebagai pendamping terapis anaknya untuk mendidik dan diberikan pelatihan serta pembimbingan mulai dari itu saya baru mengetahui bahwa anak tersebut ternyata memang istimewa.

Selama 4 bulan saya mengikuti pelatihan dan langsung menangani beberapa anak autism. Di sana saya mulai mengenal, mempelajari, menangani dan belajar mencari jalan keluar atas masalah yang ditemukan dari anak autism.

Setelah selesai pelatihan, saya pulang ke Dumai dan langsung dikontrak untuk menangani anak tersebut. Dalam menjalankan sesi terapi sesuai waktu yang dibutuhkan anak tersebut.

Semua kegiatan dan proses pembelajaran pendamping di sekolah pun saya tangani. Mulai dari anak yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik, tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah dengan baik, bertingkah laku dengan baik, semuanya menjadi lebih baik. Sampai anak tersebut bisa mandiri, bisa mendapatkan ranking di sekolah, tugas dan pembelajaran di sekolah dilakukan dengan baik. Sehingga anak tersebut bisa menjalankan hari harinya seperti anak normal biasanya.

Setelah selesai menangani anak tersebut, saya juga diberikan kesempatan untuk menangani beberapa anak lainnya. Yang memiliki masalah yang berbeda beda. Mulai dari yang belum bisa berbicara, berkomunikasi dengan baik, hiperaktif, tantrum dan bahkan tidak ada kontak mata saat berkomunikasi.

Beberapa anak dapat menyelesaikan proses terapi dan juga anak tidak selesai disebabkan beberapa faktor yang membuat anak tidak tuntas proses terapinya seperti biaya, lokasi dan kerjasama terhadap terapis, orang tua keluarga anak. Memang biaya bisa dikatakan mahal. Banyak orang tua masih mikir untuk menjalankan sesi terapi untuk anaknya.

Walau bagaimana pun saya tetap menangani anak autism dengan senang dan bahagia jika orang tua nya langsung ketempat bimbingan kita,saya memahami bagaimana kondisi dan keadaan karakter anak autism, ada kebahagiaan yang luar biasa dalam diri saya ketika anak yang saya tangani menjadi bisa dan berubah menjadi lebih baik lagi.

Ternyata di kota Dumai saya banyak menemukan anak autism yang sangat membutuhkan penanganan yang tepat. Orang tua yang belum memiliki pengetahuan dan informasi yang banyak untuk anak autis mereka Saya sangat berkeinginan untuk bisa membantu, menangani dan menyiapkan mereka untuk sekolah seperti anak normal lainnya dengan bimbingan yang tepat.

Saya berkeinginan juga mereka memiliki tempat belajar ataupun sekolah khusus yang hanya menangani anak- anak istimewa tersebut. Saya sangat berharap kepada pemerintah dan dinas pendidikan lebih memperhatikan anak anak istimewa ini yang juga mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan seperti anak normal lainnya yang memang membutuhkan penanganan yang istimewa juga.

Semoga keinginan saya bisa diwujudkan oleh pemerintah kota Dumai khususnya. Saya juga ingin membuka rumah belajar untuk menjadi seorang guru terapis baik pemuda pemudi maupun orang tua yang mampu menangani anak anak istimewa dengan penanganan yang tepat. Agar pengetahuan ilmu tentang menangani anak” istimewa kita berjalan dengan baik Ucap Nora Asih larasati.***