sTargetsNewz.com — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Dumai menggelar Debat Publik Pertama Pilkada di Hotel The Zuri, Jalan Sudirman, pada Jumat (1/11/2024) malam.
Di panggung debat yang berlangsung alot tersebut sepertinya di dominasi Paslon nomor 3, di bandingkan dua Paslon lainnya, yakni Paslon nomor Urut 1, Eddy Yatim Almainis dan Paslon nomor urut 2, Ferdiansyah Soeparto.
Penguasaan panggung oleh Paslon PAS terlihat dalam penguasaan materi secara subtansial, sehingga penjelasan dari jawaban-jawaban yang di sajikan lebih rasional.
Sebut saja pada sesi pertanyaan soal keberagaman suku dan agama di Kota Dumai,
Cawako Ferdiansyah dan Calon Wawako Soeparto meyakini untuk hidup saling menghargai sesuai dengan Pancasila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dalam sesi sanggah dari persoalan tersebut oleh paslon nomor tiga, Calon Wawako Dumai Sugiyarto memberikan masukan bahwa keberagaman agama harus di perkuat. Pemerintah harus mampu membangun dan mensupport semua tempat ibadah tidak membeda bedakan.
“Hal itu akan memaksimalkan masyarakat maksimal beribadah, sehingga berdampak pada interaksi sesama manusia akan lebih baik,” kata Sugiyarto.
Hal senada di sampaikan Cawako H Paisal, bahwa mereka sepakat terhadap pernyataan paslon nomor dua, untuk saling menghargai dan menghormati keberagaman keyakinan beragama.
Sementara dari Paslon nomor urut 1, Eddy Yatim Almainis mengatakan keberagamaan telah di atur dalam UU. Setiap agama di beri kebebasan untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan yang agama di anutnya dan telah di jamin oleh negara.
Atas pertanyaan dan jawaban sesi tersebut, pengamat debat seorang warga Dumai, Syamsudin, memberikan apresiasi kepada Paslon nomor urut 3, Paisal Sugiyarto
Di katakan Udin, penguasaan panggung selama debat di nilainya Paslon nomor urut 3 mendominasi memiliki kemampuan memahami subtansi semua pertanyaan debat.
Untuk di ketahui, KPU Dumai menyelenggarakan debat Pilkada Dumai 2024 pertamanya. Debat berlangsung di awali dengan pembacaan doa yang di bawakan oleh Drs H Sudarmanto. Debat juga di moderator oleh Dr. Desliana Dwita.
Ada beberapa pembahasan dalam debat tersebut, yaitu soal lingkungan, keberagaman suku dan agama, transportasi Dumai Rupat, ketenagakerjaan, infrastruktur dan dan mayoritas serta minoritas agama di Kota Dumai.
Sambutan KPU Dumai
Dalam pidatonya, Ketua KPU Dumai, Zulfan, mengatakan debat publik kampanye telah di atur dalam aturan Komisi Pemilihan Umum. Tujuannya agar bisa menyampaikan visi misi dan program ke publik.
Zulfan berharap, penyelenggaraan Pilkada terselenggara riang dan gembira. KPU Dumai juga memohon maaf apabila ada ketidaksempurnaan atas penyelenggaraan debat publik pertama ini.
Tampak hadir pada kesempatan ini, paslon nomor urut 1, 2 dan 3 di dampingi masing-masing tim koalisi dan relawan.
Debat kali ini juga mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian, TNI ,Bawaslu dan sejumlah Perangkat pemerintah.(Red)




