TargetsNewz.com — Solo — Fenomena “Tembok Ratapan Solo” di kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendadak menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Aksi simbolik sejumlah anak muda yang menempelkan tangan di pagar rumah Jokowi di Surakarta dinilai bukan sekadar konten kreatif, melainkan bentuk satire politik yang menyentil bayang-bayang pengaruh Jokowi setelah lengser dari kursi kekuasaan,Sabtu(21/2/26).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilai fenomena tersebut mencerminkan cara baru generasi muda menyampaikan kritik terhadap dinamika politik nasional.
“Gaya baru yang saya maksud adalah publik seakan belum ingin Jokowi selesai memimpin Indonesia, meskipun sudah dua periode,” ujar Iwan, seperti dikutip dari Inilah.com.
Ia menambahkan, masih ramainya masyarakat yang datang ke kediaman Jokowi menunjukkan bahwa figur tersebut tetap berada dalam sorotan publik.
“Meskipun hanya sekadar salaman dan berfoto saja. Hal inilah yang dinilai berlebihan oleh publik. Menurut saya, ini juga bagian dari strategi untuk menjaga publikasi, popularitas, serta approval rating Jokowi,” katanya.
Menurut Iwan, situasi tersebut tidak lepas dari kepentingan politik jangka panjang, termasuk upaya memperkuat posisi Partai Solidaritas Indonesia serta menjaga langkah politik Gibran Rakabuming Raka ke depan.
“Kepentingannya agar visi politiknya tetap berjalan, termasuk menuju momentum politik 2029,” pungkasnya, seperti dilaporkan Inilah.com.




