TargetsNewz.com — Babinsa Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Serda Andri Widodo dari Koramil-01 Kodim 0320/Dumai, melaksanakan kegiatan pendampingan kepada peternak kambing sekaligus sosialisasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Kamis, 7 November 2024.
Kegiatan yang berlangsung di RT 22 ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peternak mengenai langkah-langkah menjaga kesehatan hewan ternak, khususnya di tengah merebaknya wabah PMK di beberapa daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Serda Andri Widodo menjelaskan pentingnya sosialisasi ini sebagai upaya pencegahan dini terhadap penularan PMK yang dapat merugikan peternak.
“Kami mengadakan sosialisasi ini agar para peternak, termasuk Pak Kamto, memahami langkah-langkah menjaga ternaknya dari PMK. Penyakit ini bisa sangat merugikan jika tidak dicegah sejak dini,” ujar Serda Andri.
PMK merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat memengaruhi kesehatan ternak, seperti kambing, sapi, dan hewan berkuku belah lainnya. Menurut Serda Andri, penyakit ini tidak hanya mengancam produktivitas peternak, tetapi juga bisa berdampak pada ekonomi setempat jika tidak diatasi.
“PMK bisa mengakibatkan kematian ternak dan menurunkan nilai ekonominya. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami gejalanya dan langkah pencegahannya,” jelasnya.
Serda Andri juga menyampaikan beberapa langkah pencegahan PMK yang bisa dilakukan peternak, seperti menjaga kebersihan kandang, memastikan pakan yang sehat, serta memeriksa kesehatan ternak secara rutin. Dalam sosialisasi tersebut, ia menjelaskan bahwa langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mencegah penularan penyakit.
“Kami sarankan para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang dan memperhatikan kesehatan ternaknya secara berkala. Ini cara yang efektif untuk menghindari wabah PMK,” tambahnya.
Selain itu, Babinsa memberikan informasi tentang tanda-tanda awal PMK yang perlu diwaspadai, seperti lesi pada mulut dan kuku ternak.
Dengan memahami gejala ini, diharapkan peternak bisa segera melaporkan jika ditemukan kasus serupa, sehingga penanganan cepat dapat dilakukan.
“Jika ternak menunjukkan tanda-tanda PMK, segera laporkan kepada pihak berwenang. Ini penting agar kita bisa mengambil langkah penanganan yang tepat dan mencegah penyebaran lebih lanjut,” ujar Serda Andri.




